PPID se-Jateng Ikuti FGD Keterbukaan Informasi Berbasis Open Data

Rabu, 08 Maret 2017 - 08:11:07 WIB

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) se-Jateng mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Keterbukaan Informasi Berbasis Open Data di Purwokerto, Selasa – Rabu (7/3 – 8/3). FGD yang difasilitasi oleh Komisi Informasi Provinsi (KIP) Jateng dalam upaya mewujudkan keterbukaan informasi menuju Jawa Tengah Satu data (Single Data System).

Komisioner Komisi Informasi Provinsi (KIP) Jateng Drs Sosiawan mengungkapkan, dengan membaiknya tata kelola informasi pada Badan Publik dilingkup Organisasi Perangkat daerah (OPD) dan Kabupaten/Kota, maka sudah saatnya keterbukaan informasi publik di lingkungan Provinsi Jawa Tengah mengimplementasikan data terbuka (Open Data) dalam menyampaikan informasi – informasi publik.

“Inti dari data terbuka (open data) adalah data tersebut dapat diakses oleh publik, dapat digunakan kembali, dan dapat digunakan oleh siapa saja, maka diharapkan meningkatkan akses data secara luas sebagai bahan analisa, prediksi, kebijakan dan proses pengambilan keputusan para pihak atau pengguna informasi publik,” kata Sosiawan, Senin (6/3).

Disebutkan Sosiawan, dengan kemajuan teknologi informasi, konsep data terbuka dalam penyampaian informasi publik bukanlah kendala besar untuk diwujudkan. “Melalui FGD yang akan kami gelar dimaksudkan untuk menyamakan persepsi menyangkut konsepsi dan parameter yang sama antara OPD (PPID Pembantu), PPID Utama Provinsi Jawa Tengah dan Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah dalam mengimplementasikan keterbukaan informasi publik menuju terwujudnya Jawa Tengah Satu Data,” kata Sosiawan.

Sosiawan mengungkapkan, kendala yang dihadapi dalam mewujudkan Jawa Tengah Satu Data antara lain perbedaan lembaga pengolah data, lemahnya konsolidasi data antara Badan Pusat Statistik selaku pembina data dengan Pemprov dan kabupate/kota. Kemudian belum terintegrasinya sistem data pembangunan nasional, kurangnya fasilitas pengelolaan data, belum efektifnya asosiasi lembaga pengelola data, belum semua OPD melakukan pengelolaan data secara sistematis, kurangnya sumberdaya manusia dan kurangnya pedoman pengelolaan data.

“Data sejatinya merupakan tulang punggung manajemen pemerintahan dan pembangunan, oleh karenanya Single Data System sangat diperlukan untuk pembangunan daerah di Jawa Tengah,” kata Sosiawan.

Untuk mewujudkan single data system, lanjut Sosiawan, diperlukan basis data pembangunan yang akurat, terpusat dan terintegrasi. Kemudian dipelrukan analisis kebijakan pembangunan yang tepat, perencanaan pembangunan yang terukur dan komprehensif serta diperlukan informasi pembangunan di Jateng yang akurat.

“Single data ini juga memiliki manfaat untuk masyarakat, Pemerintah dan dunia isaha. Untuk Kalangan Pemerintahan Single Data Sistem ini memiliki manfaat terkait akses data yakni mempermudah kinerja Perencanaan Pembangunan kemudahan, sentralisasi data dan dokumentasi. Selain itu juga dapat mempermudah masyarakat untuk mendapat akses data pembangunan dan informasi faktual. Serta untuk dunia usaha single data berfungsi sebagai kebijakan berbasis data dan prediksi investasi,” jelasnya. (yit/el)

Sumber : http://beritajateng.net/ppid-se-jateng-ikuti-fgd-keterbukaan-informasi-berbasis-open-data/ 






Setiap Saat

GET MORE INFO

Serta Merta

GET MORE INFO

Dikecualikan

GET MORE INFO

Berita Terbaru


Informasi Serta Merta




PPID Temanggung

Alur Permohonan Informasi Publik

Silahkan download dan isi formulir permohonan Informasi Publik